Minggu, 21 Juni 2015

Ragam Cerita Anak

Kapan terakhir teman berhasil menulis cerita anak? Terakhir saya menulisnya saat sedang hamil, tiga tahun yang lalu. Setelah itu, mentok dan menyerah.
Ada yang perlu kita ketahui ya teman, cerita anak tak hanya bisa ditulis oleh golongan anak-anak. Cerita anak bisa ditulis oleh siapa saja. Ibu-ibu dan bapak-bapak adalah golongan yang kini merajai penulisan cerita anak. 
Untuk memulai menulis cerita anak, kita perlu mengarahkan ide terlebih dahulu. Apakah cerita yang akan ditulis termasuk jenis fabel, dongeng, atau cerita pendek? Mari pelajari kisi-kisinya.
1.Fabel
Adalah cerita anak dengan tokoh hewan. Fabel dibagi menjadi dua. Tokoh hewan dengan hewan yang sama atau tokoh hewan dengan tokoh hewan yang beragam. Tokoh hewan dapat berbicara dengan teman-temannya. Tokoh hewan berkarakter seperti aslinya namun dapat berbicara. Hewan ini merasakan kesedihan, kemarahan, kebencian atau kegembiraan. Konflik di fabel biasanya bersumber dari dirinya sendiri, misalnya kelinci yang bertelinga panjang atau tikus yang suka mengerat.
Selain fabel dengan karakter asli, ada juga fabel dengan perilaku menyerupai manusia. Misalnya beruang yang senang berdandan, tupai yang suka memasak de el el.
2.Dongeng
Dongeng adalah cerita imajinasi dengan tokoh dan waktu imajinasi pula. Konflik yang diambil bisa dari kehidupan sehari-hari si tokoh cerita. Misalnya Tuan Kimi yang hidup di Negeri Pelangi dan sedang bingung karena kehilangan pisau ajaibnya.
3.Cerita pendek
Adalah cerita yang ditulis berdasarkan kehidupan sehari-hari anak-anak. Latarbelakangnya bisa di hutan, desa, gunung, pantai atau di kota. Misal: Didi membawa sapu lidinya ke jalan. Ia membersihkan dedaunan yang berjatuhan karena angin kencang. Siang itu ia harus menggantikan pekerjaan ibunya.
Dengan memahami ragam cerita anak, kita tidak terlalu bingung. Ibarat kata, kita tak akan kesasar saat menulis. Misalnya, ingin membuat cerita pendek realistis ternyata kebablasan memasukkan unsur fabelnya. 
Nah sekarang saatnya berlatih menulis. Jangan lupa, rajin membaca cerita anak agar kita kaya perbendaharaan alur cerita dan menguasai gaya bahasa anak. Saat sudah siap, ada banyak media cetak yang bersedia menerima tulisan teman-teman. Kompas Anak, Bobo dan Suara Merdeka Junior adalah segelintir pasarnya. Yang penting jangan pernah putus asa dan terus berusaha. Yuk mulai!
Referensi:
-Pelatihan Menulis Cerita Periode Edisi Mei-Juni 2015
Artikel ini telah dipublikasikan di majalah digital annida

1 komentar:

  1. Terakhir tahun lalu, masuk dalam buku independen kumpulan cerita anak, group apa ya? Lupa heheee... yg punya Carra & El Manohara itu. Aku nulis cerita anak nggak terlalu intens, entah kenapa susah bgt nemu idenya. Tp sekali nemu selalu merasuk ke hati.

    BalasHapus

tinggalkan jejakmu kawan! dan selamat bereksperimen!